Kamis, 26 Juni 2014

contoh RPP fisika kurikulum 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan          : SMAN 1 KOTA BIMA
Kelas / Semester             : XI / 2
Mata Pelajaran               : Fisika
Materi Pokok                  : Karakteristik Gelombang
Alokasi Waktu                : 2 x 45 menit

A.     Kompetensi Inti
KI 1     : Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.
KI 2     : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
 KI 3    : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
 KI 4    : Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
1. 1     Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya.
2.1  Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, betanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi.
3.10 Menyelidiki karakteristik gelombang mekanik melalui percobaan.
1ndikator :
1)      Mendefinisikan pengertian gelombang
2)      Mendefinisikan macam-macam gelombang berdasarkan arah rambat dan arah getarnya.
3)      Mendefinisikan karakteristik gelombang (pemantulan, pembiasan, difraksi, interferensi)
4)      Mengamati peragaan gejala gelombang (pemantulan, pembiasan, difraksi, interferensi) dengan menggunakan animasi PHET
4.9 menyelediki karakteristik gelombang mekanik melalui percobaan
Indicator :
1)      Mengamati peragaan gejala gelombang (pemantulan, pembiasan, difraksi, interferensi) dengan menggunakan animasi PHET

C.     Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui proses pembelajaran, siswa dapat:
1)      Mendefinisikan pengertian gelombang
2)      Mendefinisikan macam-macam gelombang berdasarkan arah rambat dan arah getarnya.
3)      Mendefinisikan karakteristik gelombang (pemantulan, pembiasan, difraksi, interferensi)
4)      Mengamati peragaan gejala gelombang (pemantulan, pembiasan, difraksi, interferensi) dengan menggunakan animasi PHET

D.    Materi Pembelajaran
Gelombang Mekanik
Materi Fakta :


 























































Materi Konsep dan Prinsip
1)      Pemantulan
Pemantulan (refleksi) adalah peristiwa pengembalian seluruh atau sebagian dari suatu berkas partikel atau gelombang bila berkas tersebut bertemu dengan bidang batas antara dua medium.
Suatu garis atau permukaan dalam medium dua atau tiga dimensi yang dilewati gelombang disebut muka gelombang. Muka gelombang ini merupakan tempat kedudukan titik-titik yang mengalami gangguan dengan fase yang sama, biasanya tegak lurus arah gelombang dan dapat mempunyai bentuk, misalnya muka gelombang melingkar dan muka gelombang lurus, seperti yang terlihat pada Gambar 1.15. Pada jarak yang sangat jauh dari suatu sumber  dalam medium yang seragam, muka gelombang merupakan bagian-bagian kecil dari bola dengan jari-jari yang sangat besar, sehingga dapat dianggap sebagai bidang datar.  Misalnya, muka gelombang sinar matahari, yang tiba  di Bumi merupakan bidang  datar.
Pada peristiwa pemantulan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.16, berlaku suatu hukum yang berbunyi:
a)        sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terhadap bidang batas pemantul pada titik jatuh, semuanya berada  dalam satu bidang,
b)       sudut  datang (  ) sama  dengan sudut pantul (  ).
Hukum tersebut  d inamakan “Hukum Pemantulan”.
2)      Pembiasan (Refleksi)
Perubahan arah gelombang saat gelombang masuk ke medium baru yang mengakibatkan gelombang bergerak dengan kelajuan yang berbeda disebut  pembiasan. Pada pembiasan terjadi perubahan laju perambatan. Panjang gelombangnya bertambah atau berkurang sesuai dengan perubahan kelajuannya, tetapi tidak ada perubahan frekuensi. Peristiwa ini  ditunjukkan pada Gambar 1.17.
Pada gambar tersebut kecepatan gelombang pada medium 2 lebih kecil daripada medium 1. Dalam hal ini, arah gelombang membelok sehingga perambatannya lebih hampir tegak lurus terhadap batas. Jadi, sudut pembiasan (  ), lebih kecil  daripada sudut  datang (  ).
3)      Difraksi
Difraksi merupakan peristiwa penyebaran atau pembelokan gelombang pada saat gelombang tersebut melintas melalui bukaan atau mengelilingi ujung penghalang. Besarnya  difraksi bergantung pada ukuran penghalang dan panjang gelombang, seperti pada Gambar 1.18.  Makin kecil panghalang dibandingkan panjang gelombang  dari gelombang itu, makin besar pembelokannya.
4)      Interferensi
Interaksi antara dua gerakan gelombang atau lebih yang memengaruhi suatu bagian medium yang sama sehingga gangguan sesaat pada gelombang paduan merupakan jumlah vektor gangguan-gangguan sesaat pada masing-masing gelombang merupakan penjelasan fenomena interferensi. Interferensi terjadi pada dua gelombang koheren, yaitu gelombang yang memiliki frekuensi  dan beda fase sama.
Pada gelombang tali, jika  dua buah gelombang tali merambat berlawanan arah, saat bertemu keduanya melakukan interferensi. Setelah itu, masing-masing melanjutkan perjalanannya seperti semula tanpa terpengaruh sedikit pun dengan peristiwa interferensi yang baru dialaminya. Sifat khas ini hanya dimiliki oleh gelombang.
Jika dua buah gelombang bergabung sedemikian rupa sehingga puncaknya tiba pada satu titik secara bersamaan, amplitudo gelombang hasil gabungannya lebih besar dari gelombang semula. Gabungan gelombang ini  disebut saling menguatkan (konstruktif ). Titik yang mengalami interferensi seperti ini  disebut perut gelombang. Akan tetapi, jika puncak gelombang yang satu tiba pada suatu titik bersamaan dengan  dasar gelombang lain, amplitude gabungannya minimum (sama dengan nol). Interferensi seperti ini disebut interferensi saling melemahkan (destruktif). Interferensi pada gelombang air dapat diamati dengan menggunakan tangki riak dengan dua pembangkit gelombang lingkaran.
Analisis  interferensi gelombang air digunakan seperti pada Gambar 1.20. Berdasarkan gambar, dan merupakan sumber gelombang lingkaran yang berinterferensi. Garis tebal (tidak putus-putus) menunjukkan muka gelombang yang terdiri atas puncak-puncak gelombang, sedangkan garis putus-putus menunjukkan  dasar-dasar gelombang. Perpotongan garis tebal dan garis putus-putus diberi tanda lingkaran kosong (O). Pada tangki riak, garis sepanjang titik perpotongan itu berwarna agak gelap, yang menunjukkan terjadinya interferensi yang saling melemahkan (destruktif ). Di antara garis-garis agak gelap, terdapat pita-pita yang sangat terang  dan gelap secara bergantian. Pita sangat terang terjadi jika puncak  dua gelombang bertemu (perpotongan garis tebal),  dan pita sangat gelap terjadi jika  dasar  dua gelombang bertemu (perpotongan garis putus-putus). Titik-titik yang paling terang pada pita terang  dan titik-titik yang paling gelap pada pita gelap merupakan titik-titik hasil interferensi saling menguatkan.

E.     Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Pendekatan      : problem based learning
Metode            : diskusi, Tanya jawab

F.      Media, Alat, dan Sumber belajar
1)      Media
Lembar kerja siswa
2)      Alat dan Bahan
LCD proyektor, laptop
3)      Sumber Belajar
a)      Suharyanto,dkk. 2009. Fisika Untuk SMA dan MA kelas XII Jilid 3 (BSE).  Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
b)      Handayani,Sri,dkk.2009. Fisika 3 Untuk SMA dan MA kelas XII Jilid 3 (BSE). Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
c)      Siswanto Sukaryadi.2009. Kompetensi Fisika Kelas XII Untuk SMA dan MA (BSE). Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
d)      Budiyanto,Joko.2009. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XII (BSE). Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

G.     Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan-1
kegiatan
deskripsi
alokasi waktu
catatan
pendahuluan
fase 1: orientasi
*      Siswa berdoa, kemudian guru mengabsensi siswa
*      Guru menyiapkan LCD proyektor
*      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
10 menit

fase 2 : pengorganisasian peserta didik
*      Guru menyampaikan pentingnya focus untuk mengikuti pembelajaran dan meninformasikan diakhir pembelajaran akan dilakukan kuis untuk mengukur pemahaman siswa
5 menit

inti
fase 3 : penyelidikan individu dan kelompok
*      Siswa mengamati berbagai fakta, konsep, dan prinsip gelombang pada animasi yang diberikan pada setiap kelompok.
*      Siswa mengisi lembar kerja siswa, dan untuk mengisi LKS tersebut harus berdiskusi dengan anggota kelompoknya
30 menit

fase 4 : pengembangan dan penyejian hasil
*      Siswa merapikan hasil data yang telah didiskusikan dengan anggota kelompoknya dan mempersiapkan diri untuk menyampaikan hasilnya.
*      Siswa menampilkan hasil diskusinya dan melakukan Tanya jawab serta melaporkan kesimpulannya
30    menit

penutup
fase 5 : analisa dan evaluasi proses pemecahan masalah
*      guru mengevaluasi pemahaman siswa dengan melakukan kuis terkait massa jenis zat
15 menit

                                 
H.    Penilaian Hasil Pembelajaran
a)      Hasil diskusi pada LKS
b)      Kuis
Kota Bima, 23 Juni 2014
Mengetahui                                               
Kepala SMAN 1 Kota Bima                                                  Guru Mata Pelajaran




(                                              )                                               (Nurul Aini Febriana )  

NIP :                                                                                       NIM :11.241.026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar